Heifer (sapi remaja) ialah sapi berumur 9 bulan sampai dengan sapi itu beranak yang pertama kali.
Kedewasaan tubuh pada sapi dewasa ini dicapai pada umur 15 - 18 bulan. Sehingga pada umur tersebut sapi sudah bisa dikawinkan yang pertama kali. Sapi-sapi betina muda atau remaja ini akan tumbuh terus dengan baik sampai umur 4 - 5 tahun; hal ini apabila makanan yang diberikan cukup dan baik.
Untuk memperoleh jaminan mutu makanan bagi keperluan pertumbuhan sapi remaja ini perlu disediakan padang penggembalaan yang baik. Sebab pemeliharaan di padang menggembalaan akan lebih ekonomis daripada pemeliharaan yang dilakukan di dalam kandang terus- menerus.
Kekurangan pemeliharaan atau perawatan di masa-masa pertumbuhan akan mengakibatkan :
Sapi sulit menjadi bunting bila dikawinkan.
Sering terjadi kesulitan dalam kelahiran (distochia) yang pertama kalinya.
Pedet yang dilahirkan kecil dan lemah.
Produksi air susu rendah.
Seperti halnya sapi jantan muda, maka sapi dara juga harus mendapatkan latihan yang teratur agar kelak menjadi jinak, sehingga bisa mempermudah pernerahan.
PEMELIHARAAN SAPI DEWASA
Untuk melakukan perneliharaan sapi dewasa yang baik perlu diperhatikan hal-hal berikut:
a. Pemeliharaan badan.
b. Pemeliharaan kuku.
c. Pernerahan.
d. Pemberian makan.
e. Mengawinkan sapi.
f. Perawatan sapi bunting,
g. Gerak badan sapi.
h. Pemeliharaan sapi yang sedang kering.
i. Perawatan pejantan.
a. PEMELIHARAAN BADAN
Sapi perlu mendapatkan perawatan badan secara rutin. Sebab setiap saat tubuhnya menjadi kotor, berupa daki atau kotoran sapi itu sendiri.
1) Daki
Kulit hewan, termasuk kulit sapi terdiri dari tiga lapisan. Lapisan teratas adalah lapisan mati. Dari kulit tersebut keluarlah keringat. Sesudah keringat menguap, maka bagian organis dan an-organis pada kulit atau lapisan mati itu bercampur dengan debu, sehingga membentuk daki.
2) Kotoran sapi itu sendiri
Setiap saat sapi membuang kotoran dan berbaring di tempat. Karena peristiwa semacam ini berulang kali terjadi, maka sebagian tubuhnya akan kena kotorannya sendiri dan melekat pada kulit dan bulu, apalagi bagi yang bulunya panjang. Baik itu kotorannya sendiri ataupun yang berasal dari keringat dan debu yang membentuk daki, kesernuanya akan mengganggu kesehatan sapi. Sebab hal ini bisa mengakibatkan:Lobang keringat tertutup, sehingga keringat tak bisa keluar. Peristiwa ini akan menyebabkan pengaturan napas di dalam tubuh dan peredaran darah terganggu. Datangnya berbagai bakteri dan parasit yang bisa menyebabkan perasaan gatal-gatal dan tak tenang.
Perawatan kulit bisa dilakukan dengan jalan:
Memandikan dan menyikat kulit. Pada saat sapi dimandikan, hendaknya sekaligus disikat kulitnya, supaya kotoran dan bulu yang rontok bisa bersih, tak menptori air susu yang diperah.
Bulu-bulu yang tumbuh panjang pada ambing, kaki belakang, serta pada lipat paha belakang dipotong, guna menghindarkan melekatnya kotoran yang tebal.
Tujuan pemeliharaan badan:
Untuk menjaga kesehatan sapi. Sebab dengan kebersihan kulit ini, bakteri atau parasit tak mudah berinfeksi. Demikian juga: pengaturan temperatur-dan pereclaran darah tak terganggu.
Untuk menjaga produksi susu tetap stabil. Karena kelenjar susu yang termasuk dalam golongan kelenjar kulit tak terganggu.
Untuk menghindarkan pengotoran susu dari bulu-bulu yang rontok.
b). PEMELIHARAAN KUKU
Kuku yang tidak dipelihara dapat berakibat:
Kedudukan tulang tracak menjadi salah, yang menimbulkan titik berat badan hewan jatuh pada tracak bagian belakang.
Bentuk punggungnya seperti busur.
Mudah kena penyakit kuku.
Sapi menjadi pincang.
Pemeliharaan kuku perlu mendapat perhatian, terutama bagi sapi-sapi yang dipelihara di dalam kandang terus-menerus sepanjang hari. Hal ini berbeda dengan sapi-sapi yang biasa dilepas diluar kandang; mereka bisa bergerak leluasa. Bagi sapi yang dipelihara di dalam kandang terus-menerus, kuku dengan lantaihanya sedikit sekali bergesek, sehingga menimbulkan kedudukan kuku (tracak) atau posisi kaki yang salah. Sebab kukunya tumbuh terus dan akhirnya menjadli panjang. Perubahan kedudukanKuku yang salah ini mengakibatkan tergesernya bidang dasar tracak. Sehingga titik berat badan jatuh pada kuku bagian belakang yang lunak. Maka keadaan semacarn itu akan mempengaruhi bentuk tubuh sapi punggungnya akan melengkung seperti busur. Di samping itu kuku yang lunak mudah sakit, sehingga sapi jadi pincang.
Guna menjaga kedudukan kuku yang serasi, maka setiap 6 bulan sekali supaya dilakukan pernotongan kuku secara teratur, apalagi kuku belakang. Sebab kuku depan lebih keras dari pada kuku belakang, karena kuku belakang selalu basah kena air kencing dan kotoran. Tetapi masing-masing, baik kuku belakang maupun kuku depan perturnbuhannya sama saja, sehingga keduanya pun harus dilakukan pernotongan. Pemotongan ini dilakukan dengan menggunakan alat khusus (pisau pemotong kuku).

Maksud pemotongan kuku ialah untuk mengembalikan kepada bentuk kuku yang normal.
Kuku yang dipotong adilah bagian lapisan tanduk pada telapak kaki sampai menjadi, rata, atau menjadi sedikit cekung. Sehingga berat badan sapi terbagi rata pada keempat kakinya.
Cara melakukan pemotongan kuku :
Pemotongan kuku dapat dilakukan dengan cara merebahkan sapi terlebih dahulu, ataupun tanpa merebahkan.
Tetapi pemotongan kuku tanpa, merebahkan hewan, hasilnya kurang mernuaskan. Sebab tak semua bagian kuku yang hendak dipotong bisa dilakukan dan lebih sulit mengerjakannya
Perhatikanlah cara, pernotongan kuku yang tepat.
Gambar Cara melakukan pemotongan kuku yang betul.
Kuku yang harus dipotong adalah bagian telapak kaki yang berhimpitan dengan tanah, telapak kaki dibikin ratai atau dibikin cekung ke dalam. Dengan demikian, maka berat tubuh sapi akan ditahan oleh kuku bagian tepi yang kuat, sehingga hewan bisa berdiri pada keempat kaki dengan teguh.
Gambar pemotongan kuku yang salah.
Pemotongan kuku bukanlah sekedar memotong atau memperpendek ujung kuku yang panjang nienjadi pendek, melainkan pemotongan ini dilakukan untuk mengembalikan kepada posisi kaki belakang yang betul.
Gambar keadaan kuku bagian dalam yang normal.
Kuku yang normal, bentuknya bagus dan rapi. Bagian lapisan tanduk yang membungkus atau melindungi kuku, termasuk bagian kuku sampingnya terdiri dari lapisan yang kuat. Pada kuku yang normal panjang celah kukunya 7 - 8 cm,,yang setiap bulan tumbuh atau bcrtambah 0,7 cm. Sedangkan bagian telapak kaki terdiri dari lapisan tanduk yang lunak, yang pada setiap saat harus dibikin rata.
Gambar keadaan kuku bagian dalam yang tak normal.
Kuku yang tak pernah dipotong, akhirnya menjadi sangat tebal dan pada bagian depannya sangat panjang. Karena ujung kuku menjadi sangat panjang, dan telapak kakinya sangat tebal, maka mengakibatkan titik beratnya tubuh jatuh pada bagian telapak kaki belakang yang-lunak. Dengan peristiwa ini sapi akan merasakan sakit dan posisi pergelangan di atas kuku pun menjadi salah.
Cara Merebahkan Sapi
Ada beberapa cara merebahkan sapi, tetapi yang paling mudah dikerjakan adalah sebagai berikut:
Pergunakanlah seutas tali (dadung) sepanjang 9 - 10 meter. Dan ikatkanlah salah satu ujung tali tersebut pada lehernya; ikatan kendor saja. Kemudian tali itu dililitkan di belakang bahu, dan lilitan kedua di depan tulang pinggang seperti nampak pada gambar. Kemudian seorang memegang keluhannya dan beberapa orang menarik tali yang telah dililitkan pada tubuh sapi ke arah belakang, maka sapi akan rebah. Segera setelah rebah kaki kakinya harus diikat dan salah seorang teta menahan leher sapi untuk mencegah sapi bangkit kembali. Kemudian segera dilakukan pemotongan. Dengan menggunakan pisau pernotong kuku, mula-mula dipotong kuku bagian bawah, kemudian bagian luar atau tepi kuku diratakan hingga rata dengan kuku bagian bawah yang sudah dipotong terlebih dahulu. Bersamaan dengan pernotongan kuku sebaiknya celah kuku juga dibersihkan.
(BERSAMBUNG)
Support by. SnS PROJECT-INDONESIA