Laman

Minggu, 05 Februari 2017

MANAGEMENT PEMELIHARAAN SAPI PERAH (Bag. II)


RANSUM

1. Makanan pedet

Makanan utama pedet adalah air susu. Pedet yang sehat dibiarkan menyusu pada induknya sampai umur 2-3 hari.
Membiarkan pedet Menyusu induknya secara terus-menerus adalah kurang benar, karena :
  • Jumlah susu yajig diberikan sukar dikontrol.
  • Sering mengakibatkan induk sapi terlambat birahi

Setelah pedet dipisah, perlu segera diajari minum sendiri dengan ember, yang dilakukan sebagai berikut:
  • Pertama-tama pedet disuruh menjilat-jilat jari kita, yang sebelumnya telah dibasahi dengan air susu.
  • Kemudian jari yang dijilat tadi diturunkan ke dalam ember yang berisikan air susu.
    Pada saat itu, kepalanya ditekan pelan-pelan dan sedikit demi sedikit dimasukkan ke dalam ember sehingga mulut pedet masuk ke dalam air susu yang ada di dalam ember.
  • Kita biarkan beberapa saat jari kita tetap dijilati dan sementara air susu dalam ember turut terisap.
  • Selanjutnya, jari dilepaskan dengan pelan dari mulut pedet;, dengan cara ini maka pedet untuk seterusnya akan minum dari ember sendiri.
Cara ini diulang-ulang sehingga pedet terbiasa minum dari ember tanpa pertolongan.

Pedoman air susu yang diberikan pedet pada setiap hari.
  • Sebagai pedoman, pemberian air susu ini dapat diberikan 10 - 15% dari berat badan pedet per hari, selama 31/2 bulan.
  • Pada umur 2 minggu, peclet bisa mulai diajari makan rumput segar yang masih muda, yang diberikan sedikit demi sedikit.
  • Sebelum pedet mencapai umur 6 bulan, pemberian rumput tak lebih dari 5 kg. Dan sesudah peclet berumur 6 bulan boleh diberikan rumput sebanyak yang ia habiskan. Hal ini untuk mencegah terjadinya pot belly (perut rumput), yakni keadaan di mana pedet mempunyai perut besar, sedangkan badan dalam keadaan kurus.
Pada umur 1 bulan, pedet mulai diberikan makanan penguat untuk menggantikan air susu yang seharusnya diberikan. Sedangkan jumlah makanan penguat yang diberikan:
  • umur 1 bulan : 0,25 kg/hari.
  • umur 2 bulan : 0,50 kg/hari.
  • umur 6 bulan : 1, 50 kg/hari.
Mengganti air susu

Alat pencernaan sapi yang umurnya kurang dari 4 bulan belum sempurna. Pencernaan makan yang dilakukan oleh bakteri dan protozoa yang ada di dalam, rumen belum berarti. Maka seandainya sebagian air susu akan diganti, hendaknya bahan yang dipakai untuk menggantikannya adalah bahan yang mudah dicerna dan kandungan proteinnya tinggi. Sebagai sumber protein yang dapat dipakai ialah susu skim dan kacang-kacangan: bungkil kacang tanah.

Air susu kandungan Prddnya 3,5%, MP: 15; berarti lPnya 3,5 : 15 = ± 4.

Oleh sebab itu pengganti air susu tersebut harus disesuaikan dengan IP air susu, yakni ± 4. Ransum ini bisa terdiri dari campuran:

(I).   1. Bungkil kacang tanah ..…… 33 %,   2. Bungkil kelapa …….............…. 67 %
(II) . 1. Jagung …………………… 72 %,   2. Bungkil kacang tanah ………….. 28 %
(III) .1. Katul …………..…………. 25 %,   2. Bungkil kacang tanah………….. 75 %

Ransum ini ditambah 2076 garam, 1% tepung tulang dan 1076 kapur. Pedet yang telah biasa makan rumput, alat pencernaannya akan berkembang baik. Dan rumput segar kaya akan carotine.

2. Ransum anak sapi umur 4 - 8 bulan

Bagi anak sapi yang sudah mencapai umur 4 - 8 bulan, biasanya tak diberikan air susu lagi. Pedet tersebut kernampuannya mencerna serat kasar belum sempurna, maka jumlah rumput yang dimakan masih terbatas sekali; sehari kurang dari 10 kg. Maka sebagian besar makanannya terdiri dari makanan penguat. Sehingga periode ini disebut periode makanan penguat . Pada periode ini kebutuhan akan energi relatif lebih tinggi dari pada sebelum umur 4 bulan. Perbandingan MP : Prdd lebih luas daripada sebelumnya.
Ransum yang diberikan ialah :
  • Dengan IP = 1:6.
  • Jumlah makanan penguat 2 - 2,2 kg/hari/ekor.
  • Ditambah campuran 2% garam dapur (NaCL), 1016 tepung tulang, 1% kapur.

3. Ransum sapi umur 8 sampai dengan dewasa
Sapi yang umurnya sudah mencapai 8 bulan, daya cernanya sudah sempurna, menyamai sapi dewasa, sehingga mampu mencerna bahan makanan yang serat kasarnya tinggi.

Maka Pada umur ini, sapi hidup pada periode makanan kasar. Makanan penguat yang dibutuhkan hanya sekedar mencukupi kekurangan zat zat yang terdapat di dalam rumput. Sedangkan kualitas protein yang terdapat pada makanan penguat (ransum) tak perlu sebaik ransum pedet. Karena pada umur ini, bakteri yang terdapat di dalam rumen dapat mengubah N bukan protein (NPN =Non Protein Nitrogen) .
Untuk menghemat beaya, biasanya kebutuhan protein ini sering diberikan. bahan NPN dalam bentuk urea.

Ransum yang diberikan ialah :
  • Dengan IP = 1:8.
  • Jumlah ransum: 2 - 3 kg/hari/ekor.
  • Rumput 20 kg/hari/ekor.

4. Ransum sapi dewasa yang sedang berproduksi

BAHAN MAKANAN

Terdiri atas 2 golongan :

1. Makanan kasar.
2. Makanan penguat.

1) Makanan kasar

Ialah bahan makanan yang mempunyai kadar serat kasar yang tinggi. Bahan ini umumnya terdiri dari makanan hijauan yang berupa rumput atau leguminose dalam bentuk yang masih segar ataupun yang telah diawetkan sepei : silage atau hay. Makanan kasar ini merupakan bahan makanan utama bagi sapi perah.

2) Makanan penguat (konsentrat).

Adalah bahan makanan yang kadar serat kasarnya rendah- dan mudah- dicerna. 'Makanan penguat ini bagi sapi perah hanyalah merupakan makanan tambahan, yang berfungsi untuk memenuhi kekurangan zat-zat makanan yang terdapat dalam makanan kasar.

Pada sapi dewasa, tentu, saja sistem alat pencernaannya sudah sempurna, sehingga dengan bantuan micro-organisme yang ada di dalam rumen mampu membentuk asam amino esensial dan beberapa vitamin dari makanan kasar.

Juga dengan bantuan micro-organisme itu, di dalam rumen dapat dibentuk protein dari N bukan protein (NPN) yang sangat diperlukan tubuh. Bahan NPN yang sering dipakai ialah urea, karena beayanya bisa ditekan. Protein terdiri atas 16% N. Kadar N urea 45%; berarti 1 kg urea dapat diubah menjadi (45 / 10 ) x (100 / 16) kg protein. Untuk mencegah terjadinya keracunan akibat pernberian urea yang berkelebihan, maka perlu diperhatikan dosisnya.

Beberapa alternatif dosis pemakaian urea :
  1. Pernberian urea tak boleh lebih dari 3001o dari seluruh kebutuhan protein sapi perah.
  2. Pemakaian urea dalam ransurn tak boleh lebih dari 1 % dari seluruh ransum.
  3. Pernakaian urea dalam ransum tak boleh lebih dari 30% dari seluruh makanan penguat.
  4. Pemberian urea pada sapi perah ± 20 gr/100 kg berat hidup.
  5. Pemberian Urea dalam ransum harus disertai dengan pemberian karbohidrat yang mudah dicerna, misalnya dalam bentuk mellase. Hal ini guna menghindari terjadinya keracunan daripada urea. Bahan yang banyak mengandung karbohidrat yang mudah dicerna ialah tepung tapioka, tepung onggok, mellase dan lain.

CARA MEMPERHITUNGKAN PENGGUNAAN UREA

Misalkan, kebutuhan Prdd yang diperlukan, seluruhnya = 0,635 kg, dan kebutuhan urea 30% dari seluruh Prdd.

Maka perhitungannya adalah sebagai berikut :
  • Kebutuhan . urea 30 % = (30 : 100) x 0.635 kg = 0.191 kg Prdd
  • Kadar N urea = 45 %
  • Kadar N protein = 160%.
Jadi 1 kg urea mengandung (45 : 100) x (100 : 16) kg Prdd = 0.45 x 6.25 kg Prdd
Jumlah urea = 0.191 : (0.45 x 6.25) x 1 kg = 0.07 kg (dibulatkan)

5. Kebutuhan zat-zat makanan

Zat-zat yang diperlukan. Di dalam Penyusunan ransum sapi perah, kebutuhan zat-zat makanan yang diperlukan didasarkan atas :

1. bahan kering (BK).
2. Protein dapat dicerna (Prdd) .
3. Martabat Pati (MP).

1) Bahan Kering (BK)

Bahan kering adalah hasil atau sisa bahan makanan sesudah diuapkan airnya di dalam almari pemanas (oven). Bahan kering (BK) suatu bahan makanan terdiri atas :

a. Zat organis : protein, karbohidrat, clan lemak.
b. Zat anorganis : mineral.

Kebutuhan BK sapi perali dewasa: 1 - 3 % atau rata-rata 2 % Qari berat badan. Apabila bahan kering itu 3 %, maka yang 2,5 % berasal dari bahan makanan kasar dan yang 0,5% dari bahan makanan penguat.

Kadar BK di dalam ransum akan mempengaruhi tinggi/rendahnya kadar lemak air susu. Kadar lemak air susu menjadi rendah apabila kadar BK-nya turun atau berkurang.

2) Protein dapat dicerna (Prdd)

Adalah hasil pencernaan protein kasar yang terdapat dalarn suatu bahan makanan yang dapat diabsorpsi oleh dinding usus,.

3) Martabat Pati (MP)

Martabat Pati (MP) adalah angka yang menunjukkan jumlah pati murni yang sama dayanya dengan 100 kg bahan makanan untuk membentuk lemak yang sama banyaknva di dalam tubuh. Misalnya, apabila dikatakan nilai MP suatu bahan makanan 75, berarti 100 kg bahan makanan tersebut mempunyai daya cerna yang sama dengan 75 kg pati murni untuk membentuk lemak badan.

MP juga dinyatakan dalam kalori- energi netto. Karena menurut penelitian, 1 kg pati murni dapat membentuk 248 gram lemak badan, dan hal ini ditetapkan sebagai satuan MP, maka 248 gram lemak badan = 1 kg MP. Apabila sudah diketahui bahwa energi yang terkandung oleh 1 kg lemak badan : 9440 Kcal, maka berarti 248 bahwa 1 kg MP = (248 : 1000) atau 1/4 x 9440 Kcal = 2360 Kcal
Dengan demikian MP suatu bahan makanan menggambarkan kandungan energi bahan. makan yang bersangkutan. Sedangkan energi dibutuhkan oleh setiap proses yang terjadi di dalam tubuh.

Catatan :

Pemakaian energi dan Prdd harus imbang. Sebab pemakaian energi yang rendah, tidaklah efisien terhadap penggunaan makanan. Sebab kita ketahui bahwa apabila tubuh kekurangan energi, maka protein akan diubah menjadi energi. Tetapi kekurangan zat protein dalam tubuh, zat karbohidrat dan lemak tak bisa diubah menjadi protein. Sedangkan bahan makanan yang merupakan sumber protein cukup mahal.

Kebutuhan zat-zat organis dapat dicerna dinyatakan dalarn satuan MP dan Prdd. Karena MP merupakan energi, maka antara MP dan Prdd harus imbang. Kebutuhan zat-zat lainnya yang perlu diperhatikan ialah vitamin A, mineral, Ca, P dan Na.
Zat-zat makanan tadi, di dalam tubuh dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan :
1. Pokok hidup.
2. Pcrtumbuhan.
3. Berproduksi.

Setiap ekor sapi, kebutuhan zat-zat tersebut sangat bervariasi. Hal ini sangat tergantung dari beberapa faktor, antara lain.
  1. Berat badan.
  2. Produksi susu.
  3. Kadar lemak air susu.
4) Contoh penyusunan ransum

a) Contoh penyusunan ransum sapi perah yang sedang berproduksi

Seekor sapi perah yang berat badannya 300 kg produksi susunya
rata-rata 10 liter sehari dengan kadar lemak 3 %

Adapun bahan makanan yang tersedia ialah:
  1. Bekatul.
  2. Bungkil kelapa.
  3. Rumput lapangan.
Perhitungannya:

Kebutuhan untuk pokok hidup sapi yang berat badannya 300 kg.

Prdd 0,205 kg.
MP 2,000 kg.

Kebutuhan untuk berproduksi, produksi susu 10 liter/hari dan kadar lemaknya 3 %

Prdd 10 x 0,43 = 0,43 kg.
MP 10 x 0,3 = 3,33 kg.

Kebutuhan Prdd dan MP seluruhnya :
Prdd : 0,205 + 0,430 = 0,635 kg.
MP : 2,0 + 3,0 = 5 kg.

Bahan makanan yang tersedia

Rumput lapangan.

Kebutuhan BK 1 - 3 % dari berat badan atau rata-rata : 2 %.
Kebutuhan BK sapi yang beratnya 300 kg = (2 : 100) x 300 kg = 6 kg
Rumput lapangan mengandung 23.7% BK.
Kebutuhan rumput basah = (100 : 23.70) x 6 kg = 25 kg (dibulatkan)
Prdd = = (0,5 : 100) x 0, 125 kg Prdd.
MP =(9 : 100) x 25 = 2,25 kg MP.

Kekurangan kebutuhan Prdd dan MP :

Prdd 0,635 kg - 0, 125 kg = 0, 5 10 kg.
MP 5,0 kg - 1,25 kg = 2,75 kg.

Kekurangan Prdd dan MP terseblut harus dipenuhi dengan bekatul dan bungkil kelapa. Untuk memenuhi kekurangan Prdd dan MP, selanjutnya diperhitungkan campuran bekatul dan bungkil kelapa.

Misalnya:

Bekatul yang dibutuhkan = x kg.
Prdd-nya = (6,9 : 100) x kg Prdd.
MP =(52 : 100) x kg MP.

Bungkil kelapa yang diperlukan = y kg.
Prdd = (11,9 : 100) y kg Prdd
MP = (55 : 100) y kg MP

Campuran antara bekatal dan bungkil kelapa harus mengandung :
Prdd = 0,510kg.
MP = 2,75 kg.
Jadi Prdd = (6,9 : 100 x) + (11,9 : 100 y) = 0,510
69 x + 119 y = 510 .................. (I)
MP = (52 : 100 x) + (55 : 100 y) = 2,75
52 x + 55y = 275 ...................(II)

Jadi susunan ransum sapi perah terdiri dari :
  1. Bekatul : 1,69 kg.
  2. Bungkil kelapa : 3,15 kg.
  3. Rumput lapangan : 25,00 kg.
b) Makanan Sapi Pejantan

Sapi jantan sebagai pernacek tak boleh menjadi terlampau gemuk ataupun terlalu kurus. Seekor sapi jantan yang terlampau gemuk akan menjadi malas dan kurang aktif. Sedangkan sapi yang terlalu kurus kondisi badannya akan jelek, dan hal ini tentu saja mengurangi kesuburan kelamin. Setiap ekor pejantan, setiap 100 kg berat badan memerlukan 1 kg BK ditambah makanan. penguat 0,4 - 0,5 kg per 100 kg berat hidup, yang kadar proteinnya 12 - 14%.

Sebagai misal sapi pejantan yang beratnya 500 kg :
  • Kebutuhan bahan kering = (500 : 100) x (1 kg : 100 berat badan) = 5 kg
  • Rumput lapangan mengandung BK 23,7%
  • Kebutuhan rumput basah = (100 : 23,7) x 5 kg = 21 kg (dibulatkan).
  • Makanan penguat = (500 : 100) x 0,5 kg = 2,5 kg.

Makanan penguat bisa disusun dari beberapa bahan makanan, sehingga kadar proteinnya menjadi 12 - 14%.

6. Memperkirakan berat badan sapi

Jumlah pernberian makanan kepada seekor sapi selalu disesuaikan dengan berat badan sapi yang bersangkutan. Untuk mengetahui berat badan sapi secara tepat, tentu saja perlu ditimbang terlebih dahulu.
Apabila setlap kali hendak memberikan makanan kepada sapi selalu melakukan penimbangan, hal ini dirasa tidak praktis, di samping timbangan itu adanya sangat terbatas. Maka demi praktisnya untuk mengatasi hal ini, cukuplah diperkirakan saja dengan menggunakan rumus SCHOORL. Rumus tersebut sbb.:

Berat badan = ( Lingkar Dada + 2² )² / 100 

Catatan:
  • Berat badan dinyatakan dengan Kg.
  • Panjang lingkar dada dinyatakan dengan cm.
  • Rumus ini hanya untuk sapi-sapi dewasa. Untuk pedet misalnya, tak berlaku rumus ini.
Cara mengukur lingkar dada :
  • Pergunakanlah tali rafia, atau pita ukur di belakang kaki depan di mana sapi tsb. dalam keadaan berdiri tegak. Lihat gambar 




Keterangan gambar :
  1. Mengukur lingkar dada
  2. Mengukur tinggi sapi (gumba)
  3. Mengukur panjang tubuh
  4. Mengukur tinggi sapi (bagian belakang)





(BERSAMBUNG)

Support by. SnS PROJECT GROUP-INDONESIA















Tidak ada komentar:

Posting Komentar