Laman

Sabtu, 04 Februari 2017

MANAJEMEN MASA KRITIS Pada Ayam Petelur

USAHA perbaikan manajemen pemeliharaan ayam petelur sangat dibutuhkan untuk menghasilkan pullet dan performans yang baik sampai umur panen. Tingkat produktifitas dan efisiensi yang baik merupakan kunci kesuksesan dalam bisnis ayam petelur. Dalam masa pemeliharaan ayam petelur di kenal dua masa kritis yang membutuhkan perhatian dan menentukan performan pada periode berikutnya, yaitu :

A. MASA KRITIS 1 (0-6 minggu)

Tujuan yang ingin dicapai pada masa kritis 1 adalah bentuk dan ukuran kerangka tubuh dan pertumbuhan organ-organ penting (sistem pernafasan, pencernaan dan kekebalan tubuh). Pencapaian bentuk dan ukuran kerangka tubuh dan pertumbuhan organ-organ penting tercermin dari pencapaian berat badan pada saat minggu ke enam. Berat badan di bawah standart pada umur enam minggu pertama dapat mengakibatkan hambatan pertumbuhan organ-organ penting yang bersifat irreversible.
 
Manajemen masa kritis 1 (0–6 minggu)
 
a) Temperatur brooding
  • Usahakan suhu litter pada minggu pertama 30-32 ÂșC.
  • Tambahkan alas kertas/koran diatas permukaan litter/sekam supaya suhu litter meningkat.
  • Jika suhu tidak tercapai tambahkan pemanas.
b) Cahaya
  • Berikan cahaya dengan intensitas 20-40 Lux pada saat awal pemeliharaan untuk meningkatkan aktifitas anak ayam di alam hari.
  • Program pencahayaan sebaiknya mengikuti petunjuk dari strain yang bersangkutan.

c) Kepadatan
  • Sesuaikan kepadatan dengan petunjuk yang benar. Jangan sampai terlalu padat, karena mengganggu kenyamanan dan aktifitas anak ayam.
d) Ventilisasi
  • Atur ventilisasi kandang agar kualitas udara didalam kandang selalu terjaga dengan baik.
  • Dalam proses pertumbuhannya, anak ayam sangat membutuhkan oksigen yang cukup ( > 19,6%).
e) Tatalaksana air minum
  • Pada saat 10 hari pertama tempat minum sebaiknya menggunakan tempat minum gantung 1 gallon sebanyak 8-10 buah/500 ekor. Ganti secara bertahap tempat minum gantung 1gallon dengan tempat minum otomatis setelah umur 10 hari.
  • Usahakan pada saat bawa tempat minum, air minum jangan sampai tumpah di sekam.
  • Tuangkan air minum yang kotor kedalam ember setiap saat, jangan menunggu sampai sore hari.
  • Jaga agar air minum tersedia setiap saat ( jangan kosong ).
  • Lakukan sanitasi air minum .
  • Sebaiknya dua hari pertama berikan air hangat agar anak ayam tidak kedinginan.
f) Pemberian Pakan
  • Usahakan tempat pakan sesuai dengan kebutuhan - Berikan pakan sedikit demi sedikit tapi sesering mungkin untuk meningkatkan nafsu makan.
  • Jangan membuang sisa pakan di sekam/ litter, karena mengganggu kesehatan anak ayam.
g) Potong paruh ( 8-10 hari)
  • Lakukan potong paruh dengan baik dan benar ( jangan tergesagesa)
  • Keseragaman potong paruh mempengaruhi keseragaman ayam.
  • Sebaiknya potong paruh dilakukan pada saat ayam tidak mengalami stres yang berat (setelah vaksinasi)
h) Penimbangan
  • Lakukan penimbangan setiap minggu untuk mengetahui berat badan dan keseragaman ayam.
  • Lakukan penimbangan pada waktu dan hari yang sama.
  • Gunakan timbangan dengan ketepatan minimal 20 gram.
i) Tatalaksana litter
  • Perhatikan kualitas sekam dan pilihlah kualitas yang baik.
  • Ambil sekam yang basah setiap saat.
  • Usahakan pakan dan air minum tidak tumpah di litter.
  • Balik litter sedikitnya 2 kali seminggu.
  • Atur ventilasi kandang supaya litter tidak lembab.
  • Jangan terlambat memperlebar area brooding
j) Tips memperbaiki keseragaman
  • Kelompokkan DOC sesuai dengan beratnya
  • Sebaiknya suhu brooding tercapai dengan disribusi yang merata.
  • Usahakan penyebaran cahaya cukup merata diarea brooding
  • Jangan terlambat memperlebar area brooding.
  • Usahakan tempat pakan dan minum tersedia dalam jumlah cukup.
  • Atur ventilasi kandang dengan Baik. Kualitas udara yang baik dan merata diseluruh area kandang akan menghasilkan keseragaman yang baik pula.
  • Keseragaman potong paruh mempengaruhi keseragaman ayam.
  • Sebaiknya pemberian pakan masing-masing kandang diberikan pada waktu yang sama.

B. Masa kritis 2 (15 Minggu – puncak produksi)
 
Pada masa kritis ini terjadi perkembangan organ reproduksi yang cepat, kenaikan berat telur yang cukup tinggi saat awal produksi ke puncak produksi & kenaikan berat badan ( Gain ) ± 300 gram saat 5% produksi ke puncak produksi.
 
Kenaikan konsumsi pakan dan kualitas pakan menjadi faktor kunci kesuksesan pemeliharaan pada masa ini dan periode berikutnya. Beberapa kiat untuk meningkatkan konsumsi pakanadalah sbb:
 
a) Teknik pemberian Pakan
  • Tekstur Pakan mempengaruhi konsumsi pakan, tekstur pakan dengan partikel yang besar akan dikonsumsi lebih banyak dibandingkan bentuk mash/ tepung.
  • Lakukan pemberian pakan pada saat udara sejuk (pagi dan sore).
  • Jangan sekali-kali mengurangi jumlah pakan pada waktu produksi menuju puncak.
  • Ratakan pakan ditempat pakan sesering mungkin.
b) Cahaya
  • Jangan mengurangi lama cahaya pada saat awal produksi.
  • Jika konsumsi pakan kurang, tambahkan cahaya di tengah malam selama 2 jam.
c) Air minum
  • Berikan air minum yang dingin, agar konsumsi pakan meningkat
  • Usahakan tempat minum selalu terjaga kebersihannya.
d) Ventilasi
  • Usahakan sirkulasi udara didalam kandang bisa berjalan dengan baik
  • Tambahkan kipas angin jika sirkulasi udara didalam kandang kurang baik.
  • Sirkulasi udara yang baik dapat memperbaiki konsumsi pakan, produksi telur, berat telur dan kualitas kerabang.

(sumber Bulletin CP)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar